Abdullah Ibnu Mubarak q.s. pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Ia tergila-gila betul pada gadis itu. Ia gundah dan gelisah mendambakan kekasihnya.
Suatu malam di musim dingin, ia berdiri di bawah jendela kamar gadis pujaaannya. Ia menunggu semalaman. Ia rela berlama-lama di sana sekedar untuk menatapnya walaupun hanya sejenak. Butiran-butiran salju yang turun membasahi tidak ia hiraukan. Ia termangu, menunggu di sana sepanjang malam. Ia berharap sang gadis akan menampakkan diri walau sejenak.




