Dihikayatkan : Syaikh Abu Yazid Al-Busthami q.s.
suka berjalan-jalan ke pekuburan. Suatu malam, saat pulang dari pekuburan, ia
bertemu dengan seorang pemuda yang sedang memainkan kecapi. Beliau berkata,
“Semoga Allah melindungi kita”
Mendengar ucapan itu, sang pemuda
memukulkan kecapi ke kepala Syaikh Abu Yazid q.s dengan keras. Ternyata pemuda
itu sedang mabuk. Pulanglah Syaikh Abu Yazid q.s. dengan kepala mengucurkan
darah.
Ketika hari telah siang, beliau
memanggil salah seorang muridnya. Beliau bertanya, “Berapakah harga sebuah
kecapi ?”
Sang murid menyebutkan harganya.
Dengan secarik kain, Syaikh Abu
Yazid q.s. membungkus uang ditambah beberapa kue untuk dikirimkan kepada pemuda yang telah memukulnya semalam. Beliau berpesan, “Sampaikan kepadanya,
Abu Yazid meminta maaf. Katakan pula, tadi malam ia telah memukul Abu Yazid
dengan kecapinya, sehingga kecapi itu pecah. Sebagai gantinya terimalah uang
ini dan belilah kecapi yang baru. Sedangkan kue-kue yang manis ini untuk
penawar duka hatimu karena kecapimu pecah”.
Ketika pemuda itu menerimanya, ia menyadari perbuatannya. Beserta
pemuda-pemuda yang lain ia datang menemui Syaikh Abu Yazid q.s. untuk meminta
maaf